Sabtu, 05 Desember 2015

Belajar nulis Cerpen :)


Berjumpa Untuk Berpisah
Hari itu tepat tanggl 17 Juli 2011,awal Stevany  berjumpa dengan seorang lelaki yang bernama  Brian di sebuah sekolah dimana Ia dan Brian sama-sama belajar untuk menuntut ilmu. vany memandangi kea rah Brian dengan mata yang begitu tulus dan dengan senyumNya  yang tulus,tanpa ia sadari lelaki itu membalas  dengan senyum nya  yang begitu manis. Mata nya  yang begitu indah meluluhkan hati  Vany J .
                Brian  duduk tepat di depan Vany,hingga membuat hatiNya bergetar tak haruan…..Brian tak pernah lupa untukmenyapa Vany dengan suara lembutnya,matanya yang menjelaskan bahwa lelaki itu menyukai Vany. Namun tak pernah ia  mengungkapkan ,bibirnya tak mampu mengatakan yang ada di dalam hatinya,tapi matanya tak dapat berbohong bahwa Ia sangat menyukai Vany.
                Hari demi hari,minggu ke mingggu,bulan demi bulan mereka lalui dengan kebiasaan menyapa dengan senyuman,bahkan setelah setahun berlalu senyum dan tatapan mata Brian tak pernah berubah.Rasa sayang vany mungkin lebih besar dibanding dengan Brian,tapi Vany tak mampu juga tuk mengatakan padaNya,karena Ia tau bahwa dirinya  seorang perempuan. Sangat menyenangkan bisa bersama dengan Brian dalam satu kelas selama satu tahun,itu sudah membuatNya  merasa bahagia selalu melihat mata indah dan senyum manis lelaki itu.
                Setahun sudah di kelas 1 SMA,tiba saaatnya untuk menentukan pilihan jurusan di kelas 2,Vany dan Brian akhirnya memilih pilihan yang berbeda,dan mereka  tak berjumpa di kelas yang sama lagi. “Ingin rasa bersama mu lagi,diruangan yang sama seperti dulu,tapi takmungkin karena perbedan keinginan kita.Kau harus memilih jurusan yang sesuai dengan cita-citamu begitu juga dengan ku”kata Vany dalam hatiNya.
                Namun itu tak akan membuat mereka lupa antara satu dengan yang lain,justru itu yang mendekatkan mereka kembali,jauh  lebih dekat dari yang dulu.Perasaan itu tak akan pernah berubah,akhirnya mereka  memutuskan untuk bersama dan saling mencinta,itulah keinginan mereka dari dulu.Bahagia itu menghampiri Vany,Saat-saat bersamamu adalah hal terindah dalam hidup ku J ,katanya”.”Tak mampu ku mengungkapkan dengan kata-kata tapi itulah,ku benar-benar sangat bahagia :-* .
                Ingat kah dirimu ketika pertama ku berjalan dengan mu di keramaian,kau genggam erat tangan ku,kau jaga ku dalam setiap langkahku.Nada bicaramu yang begitu lembut,membuat hati ku luluh,Ingat kah disaat kita makan bersama kau seduh air minum dalam gelas ku,kau bersihkan makanan yang melekat di bibir ku dank au tatap aku dengan mata indah dan senyuman itu”.
                Hari demi mereka  lalui bersama dengan suka maupun duka,di saat malam Tahun baru Brian bela-belain datang kerumah gadis manis itu  hanya untuk mengucapkan selamat tahun baru,dengan mengingat semua perbuatanNya  ,Vany mersa bahwa dirinya adalah seseorang yang paling bahagia di dunia,memiliki kekasih sepert i Brian,Tutur kataNya  yang begitu lembut membuat  vany semakin menyayangiNya,”apakah kau juga merasakan hal yang sama atau tidak? Semoga perasaan mu sama dengan ku”Katanya.

                “Ingatkah saat pertama kali kau menciumku? Ketika hanya kita berdua yang ada dibawah bulan dan bintang-bintang? Kau belai rambutku,kau peluk erat tubuhku saat ku kedinginan. Kau berikan baju hangat dan rela kedinginan demi diriku. Saat itu aku tak tau harus berbuat apa-apa,mungkin kau sudah menilai aku ini perempuan seperti apa.Taukah bahwa itu adalah ciuman pertamaku,kau adaalah lelaki pertama yang mencium ku,hingga ku tak mampu berkata apapun”.
                “Di malam itu aku bingung,haruskah aku senang atau sebaliknya,aku hrus marah padamu. Namun tak satupun yang dapat kulakukan,ku hanya meneteskan air mata.Kau usapkan air mataku dan berkata “jangan menangis,itu ku lakukan karna ku sangat menyayangimu” haruskah aku percaya padamu atau tidak,aku pun tak dapat menjawabnya”Ucap Vany pada lelaki yang berfaras tampan itu.
                Saat ini  mereka terpisahkan oleh jarak dan waktu,demi cita-cita mereka berdua.Di setiap malam Vany selalu bertanya,apakah Ia  masih ingat padaNya atau tidak,ingin rasanya tiap hari berjumpa dengan Brian namun Ia tau itu tak akan mungkin.
                Dan ia sadarr bahwa setiap pertemuan itu harus diakhiri dengan  perpisahan,dan itulah yang mereka alami saat ini. Demi cita-cita dan kebahagiaan mereka masing-masing,dan tak ada seorang pun yang tau apa yang akan terjadi dimasa depan, apakah mereka akan bertemu dan bersama lagi ataukah tidak sama sekali.
                Meskipun mereka terpiah,  Vany tetap sangat menyayangi dan mencintai Brian sama seperti dulu ,dan  akan selalu mencintainya ,bahkan rasa cintanya saat ini jauh lebih besar di bandingkan dulu, Dan berharap suatu saat nanti mereka bertemu kembali dan menyatukan cinta mereka  yang terpisah oleh waktu dan keadaan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar