Berjumpa Untuk Berpisah
Hari itu tepat tanggl 17 Juli 2011,awal Stevany berjumpa dengan seorang lelaki yang
bernama Brian di sebuah sekolah dimana
Ia dan Brian sama-sama belajar untuk menuntut ilmu. vany memandangi kea rah
Brian dengan mata yang begitu tulus dan dengan senyumNya yang tulus,tanpa ia sadari lelaki itu
membalas dengan senyum nya yang begitu manis. Mata nya yang begitu indah meluluhkan hati Vany J .
Brian duduk tepat di depan Vany,hingga membuat
hatiNya bergetar tak haruan…..Brian tak pernah lupa untukmenyapa Vany dengan
suara lembutnya,matanya yang menjelaskan bahwa lelaki itu menyukai Vany. Namun
tak pernah ia mengungkapkan ,bibirnya
tak mampu mengatakan yang ada di dalam hatinya,tapi matanya tak dapat berbohong
bahwa Ia sangat menyukai Vany.
Hari demi hari,minggu ke
mingggu,bulan demi bulan mereka lalui dengan kebiasaan menyapa dengan
senyuman,bahkan setelah setahun berlalu senyum dan tatapan mata Brian tak pernah
berubah.Rasa sayang vany mungkin lebih besar dibanding dengan Brian,tapi Vany
tak mampu juga tuk mengatakan padaNya,karena Ia tau bahwa dirinya seorang perempuan. Sangat menyenangkan bisa
bersama dengan Brian dalam satu kelas selama satu tahun,itu sudah membuatNya merasa bahagia selalu melihat mata indah dan
senyum manis lelaki itu.
Setahun sudah di kelas 1
SMA,tiba saaatnya untuk menentukan pilihan jurusan di kelas 2,Vany dan Brian
akhirnya memilih pilihan yang berbeda,dan mereka tak berjumpa di kelas yang sama lagi. “Ingin
rasa bersama mu lagi,diruangan yang sama seperti dulu,tapi takmungkin karena
perbedan keinginan kita.Kau harus memilih jurusan yang sesuai dengan
cita-citamu begitu juga dengan ku”kata Vany dalam hatiNya.
Namun itu tak akan membuat
mereka lupa antara satu dengan yang lain,justru itu yang mendekatkan mereka
kembali,jauh lebih dekat dari yang
dulu.Perasaan itu tak akan pernah berubah,akhirnya mereka memutuskan untuk bersama dan saling
mencinta,itulah keinginan mereka dari dulu.Bahagia itu menghampiri Vany,Saat-saat
bersamamu adalah hal terindah dalam hidup ku J ,katanya”.”Tak mampu ku mengungkapkan
dengan kata-kata tapi itulah,ku benar-benar sangat bahagia :-* .
Ingat kah dirimu ketika pertama
ku berjalan dengan mu di keramaian,kau genggam erat tangan ku,kau jaga ku dalam
setiap langkahku.Nada bicaramu yang begitu lembut,membuat hati ku luluh,Ingat
kah disaat kita makan bersama kau seduh air minum dalam gelas ku,kau bersihkan
makanan yang melekat di bibir ku dank au tatap aku dengan mata indah dan
senyuman itu”.
Hari demi mereka lalui bersama dengan suka maupun duka,di saat
malam Tahun baru Brian bela-belain datang kerumah gadis manis itu hanya untuk mengucapkan selamat tahun baru,dengan
mengingat semua perbuatanNya ,Vany mersa
bahwa dirinya adalah seseorang yang paling bahagia di dunia,memiliki kekasih
sepert i Brian,Tutur kataNya yang begitu
lembut membuat vany semakin menyayangiNya,”apakah
kau juga merasakan hal yang sama atau tidak? Semoga perasaan mu sama dengan ku”Katanya.
“Ingatkah saat pertama kali kau
menciumku? Ketika hanya kita berdua yang ada dibawah bulan dan bintang-bintang?
Kau belai rambutku,kau peluk erat tubuhku saat ku kedinginan. Kau berikan baju
hangat dan rela kedinginan demi diriku. Saat itu aku tak tau harus berbuat
apa-apa,mungkin kau sudah menilai aku ini perempuan seperti apa.Taukah bahwa
itu adalah ciuman pertamaku,kau adaalah lelaki pertama yang mencium ku,hingga
ku tak mampu berkata apapun”.
“Di malam itu aku
bingung,haruskah aku senang atau sebaliknya,aku hrus marah padamu. Namun tak
satupun yang dapat kulakukan,ku hanya meneteskan air mata.Kau usapkan air
mataku dan berkata “jangan menangis,itu ku lakukan karna ku sangat
menyayangimu” haruskah aku percaya padamu atau tidak,aku pun tak dapat
menjawabnya”Ucap Vany pada lelaki yang berfaras tampan itu.
Saat ini mereka terpisahkan oleh jarak dan waktu,demi
cita-cita mereka berdua.Di setiap malam Vany selalu bertanya,apakah Ia masih ingat padaNya atau tidak,ingin rasanya
tiap hari berjumpa dengan Brian namun Ia tau itu tak akan mungkin.
Dan ia sadarr bahwa setiap
pertemuan itu harus diakhiri dengan
perpisahan,dan itulah yang mereka alami saat ini. Demi cita-cita dan
kebahagiaan mereka masing-masing,dan tak ada seorang pun yang tau apa yang akan
terjadi dimasa depan, apakah mereka akan bertemu dan bersama lagi ataukah tidak
sama sekali.
Meskipun mereka terpiah, Vany tetap sangat menyayangi dan mencintai
Brian sama seperti dulu ,dan akan selalu
mencintainya ,bahkan rasa cintanya saat ini jauh lebih besar di bandingkan
dulu, Dan berharap suatu saat nanti mereka bertemu kembali dan menyatukan cinta
mereka yang terpisah oleh waktu dan
keadaan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar